Poetry from Cucu

 5 Juli 2006. Jam 1:56 am

Puisi Untuk Kakek?

Aku tidak tahu apa ini semua terasa akan lebih baik?

Karena ada banyak sekali yang aku pikirkan itu tidak terasa,

Sepertinya tidak terlalu menarik?

Terutama untuk seorang kakek yang lembut?

Mengenai apakah pantas dikatakan lembut? Aku tidak tahu,

Menurutku kakek memang sangatlah lembut, itu mungkin karena

Kakek itu sepertinya memang tidaklah pernah ingin melukai.

Aku harap kakek tidak merasa ada sesuatu dulu?

Lembut itu menurutku gambaran tidak ingin merusak,

Ada banyak sekali orang ingin merusak dirinya demi,

Sesuatu yang tidak bisa diperjelas?

Semua itu karena orang itu begitu takut untuk membuka titik kelemahan miliknya,

Titik ini adalah titik kejujuran yang bisa menjadi ancaman.

Saat aku-ada-disini telah kehilangan titik kejujuran?

Maka sisi kelembutan seseorang itu akan hilang,

Dengan kata lain, manusia itu mungkin akan seperti manusia buas,

Saat manusia jadi haus akan sesuatu pengakuan akan dunia yang ada disekitarnya,

Karena pujian akan membuat diri manusia itu menjadi kehilangan sisi kelembutan.

Untuk Puisi ini mungkin tidak indah.

Karena ini puisi yang menjadi pertanyaanku akan pandanganku untuk kakek.

______________________________________________________

5 Juli 2006. Jam 2:01 am

Bertanya…

Aku bangun dipagi hari? Tapi aku tidak tahu kenapa?

Namun saat aku bertemu dengan seorang wanita yang bernama kakek?

Entahlah…

Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi?

Jujur aku memang tidak ingin merayunya.

Tapi aku seperti sedang tidak memiliki banyak hal?

Kebanggaanku sebagai pria lenyap.

Keperkasaanku sebagai pria yang penuh ego seperti sedang meleleh layaknya eskrim.

Semuanya terjadi begitu saja.

Ah..entahlah…

Entahlah?

Semoga berteman dan bersahabat ini menjadi hal yang menyenangkan.

 ___________________________________________________

7 Agustus 2006

Aku kesepian?

Aku rindu dengan seseorang?

Aku takut kehilangan seseorang?

Ah.. aku tidak mengerti tentang perasaan ini

Yang aku tahu aku cuma merasa nyaman dengan seseorang.

Apakah ini lebih kelihatan seperti sebuah kegilaan?

Kalau memang benar? Ini berarti aku sedang sakit.

Benar-benar sakit!…

Aku pikir ini bakal menjadi sesuatu yang lama?

Entah kenapa aku merasakan demikian?

Apa ini berarti aku sedang tidak berdaya?

Tidak…tidak…aku rasa tidak demikian?

Hanya saja ini seperti sesuatu yang sangat sulit untuk disembunyikan,

Setidaknya ini lebih baik daripada menyembunyikannya digudang yang gelap,

Dan membiarkannya begitu saja membusuk.

Yang aku ingin ungkapkan pada saat ini adalah sebuah harapan.

Harapan agar yang membaca puisi ini mengerti kalau aku benar-benar menyayanginya,

Dan aku bisa membuatkan banyak kata-kata indah yang jujur untuknya.

______________________________________________________

16 July 2006

Menyukai seseorang

Mengagumi seseorang selalu saja membuatku bingung seperti halnya dengan menyukai seseorang?

Hanya saja saat ini aku seperti tahu dengan pasti akan makna menyukai seseorang,

Karena saat aku berpisah yang aku rasakan hanyalah kapan aku akan bertemu lagi.

Huh..terkadang aku berpikir ini sangatlah menyedihkan?

Terkadang ini sangat menyenangkan.

Karena yang aku pikirkan adalah kehadiran dari sebuah kangen bisa menciptakan dua kondisi yang tidak bersahabat.

Tapi biarkanlah…setidaknya aku masih bisa merasakan sesuatu yang terindah, dan menjaganya.

Cuma itu yang bisa aku lakukan sekarang ini.

Cuma itu…

2 thoughts on “Poetry from Cucu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s